Rabu, 23 September 2009

Pengalaman Berkesenian Selama Liburan

Pengalaman berkesenian selama liburan

Selama liburan bermacam – macam kegiatan budaya dan kesenian yang saya temui,diantaranya kegiatan MTQ,Doa pakubuan,dan perahu bagandung.MTQ merupakan kegiatan rutin di setiap bulan ramadhan,Doa pakubuan adalah acara adat masyarakat untuk bersilaturrahmi antara niniak mamak,kamanakan dan famili lainnya untuk mendoakan kerabat yang sudah meninggal,dan perahu baganduang adalah tradisi masyarakat yang telah turun temurun yang diadakan di kecamatan Kuantan Mudik.

Selain itu,selama liburan saya melewati hari- hari saya dengan menonton acara musik,diantaranya inbox,dahsyat,mantap,hip – hip hura,playlist,dll.Karena dengan mendengarkan musik saya menjadi terhibur,dan rasa lelah berpuasa sedikit menghilang.Musik bisa menjadi bagian penting dalam hidup kita,karena tanpa adanya musik hidup terasa hampa.Musik juga bisa menjadikan kita sadar dan bertaubat kepada Tuhan dengan adanya lagu – lagu religi.Jujurrr,saya senang mendengarkan musik,karena dalam lirik sebuah lagu juga banyak terdapat ajaran yang bermanfaat bagi kita.

Pada malam takbiran saya mendengarkan lagu – lagu religi yang menyentuh hati dan gema takbir terdengar dimana – mana.Terbukti musik sangat berperan penting dalam kehidupan kita,selain sebagai media hiburan,musik juga sebagai media komunikasi.

Oleh karena itu,selain dari belajar,saya juga menekuni dunia musik.Karena musik adalah bagian dari hidup saya.Musik juga membantu saya ketika saya dalam masalah.Dan memberi saya ketenangan.

Budaya Indonesia yang diklaim oleh Malaysia

1.Batik


Klaim Malaysia atas batik sangat meresahkan perajin batik
Indonesia. Bangsa ini harus segera menghapus bayang-bayang yang meresahkan itu agar perajin batik Indonesia di kemudian hari tidak perlu memberi royalti kepada negara lain.

Perajin batik Pekalongan, Romi Oktabirawa, mengatakan hal itu dalam pembentukan Forum Masyarakat Batik Indonesia di
Jakarta. Romi mengatakan, generasi batik masa lampau hanya melihat kompetisi antarperajin di dalam negeri. Kini, sudah saatnya perajin batik bersatu, menunjukkan eksistensi bahwa batik adalah warisan budaya Indonesia.

Untuk melestarikannya, Pemerintah Indonesia akan menominasikan batik Indonesia untuk dikukuhkan oleh Unesco sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage).

2.Tari Pendet

Geram dan marah muncul dari masyarakat Indonesia menyikapi klaim kebudayaan yang dilakukan
Malaysia. Berbagai aset budaya nasional dalam rentang waktu yang tak begitu lama, diklaim negara tetangga. Pola pengklaimannya pun dilakukan melalui momentum formal kenegaraan. Seperti melalui media promosi ‘Visit Malaysia Year’ yang diselipkan kebudayaan nasional Indonesia.

3.Wayang Kulit


4.Angklung

5.Reog Ponorogo

6.Kuda Lumping

7.Lagu Rasa Sayange

8.Bunga Rafflesia Arnoldi

9.Keris

10.Rendang Padang

Sepertinya Malaysia tidak ada puas-puasnya meng klaim kesana kemari terhadap budaya indonesia,malah belakangan ini bahasa Indonesia akan di klaim juga sebagai milik malingsia dengan nama bahasa melayu…sungguh suatu tindakan yang sangat tidak beretika.

sepuluh budaya yang di klaim tersebut diatas masih sebagian kecil dari yang sudah di klaim,masih banyak lagi budaya serta milik bangsa indonesia yang di klaim malingsia…misalnya pulau sipadan dan ligitan,tenun ikat sambas,pulau gosong di kal-bar,tari poco-poco,sebuah lagu dari sumatra barat,rapa’i dan serunai dari aceh,dan yang masih heboh klaim pulau ambalat,dan masih banyak lagi…masihkah kita berdiam diri sementara negara telah di obok-obok oleh malingsia??sungguh sangat ironis sekali apabila pemerintah hanya terdiam dan cuma geleng-geleng kepala tanpa mengambil tindakan…

Kita sebagai generasi muda sudah seharusnya menyadari dan menjaga kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia kepada anak cucu bangsa.Dengan harapan agar kita bisa menjaga dan mengembangkan budaya tersebut agar tidak mudah diklaim atau dicuri oleh bangsa lain.Kami sebagai anak bangsa merasa sangat sedih karma budaya kita diklaim dengan mudahnya oleh bangsa lain.Siapakah yang paling bertanggung jawab atas semua ini…??????????

Minggu, 16 Agustus 2009

Apresiasi Terhadap Budaya Pacu Jalur

Nama : DIAN MAYA SARI
Kelas : X2
GBS :RONALDO ROZALINO

kuansing kota jalur


Jalur adalah sampan berukuran panjang (Long Boat Race) 25-40 M, proses pembuatan Jalur ini dimulai dari musyawarah dan mufakat masyarkat untuk mencari kayu ke hutan. Penebangan kayu harus yang memenuhi persyaratan, baik besar kayu, panjang kayu, umur kayu, dan bahkan dinilai dari marwah kayu itu sendiri yang berada disekitar hutan. Setelah penebangan kayu dilaksanakan, kayu dibentuk setengah jadi dan selanjutnya diangkut kedesa dan dilanjutkan setelah sesampainya di desa dan siap untuk dilayur (diasapi).

Dalam proses pengasapan jalur tadi, masyarakat yang punya hajatan disuguhkan makanan khas Kuantan Singingi dan diselingi dengan kegiatan kesenian tradisonal. Pacu jalur merupakan pesta Budaya Rakyat yang dilaksanakan tanggal 21-24 Agustus setip tahunnya. Pesta budaya rakyat ini telah menjadi Event Nasional dan diikuti oleh Kabupaten-Kota se-Propinsi Riau, Propinsi tetangga, bahkan diikuti oleh negara jiran Malaysia, Brunei dan Singafore. Antusias pengunjung sangat tinggi untuk menyaksikan Pacu Jalur, apalagi kalau ada yang diunggulkan. Disamping nilai budaya yang sangat unik, baik entuk Jalur, cara memacukan mempunyai makna dan harus didukung stamina yang prima

13 juli,, semarak pacu jalur mulai dirasakan oleh masyarakat kuansing,,,""
pacu jalur yang merupakan tradisi turun temurun tersebut diadakan di dua lokasi yaitu di kecamatan baserah dan puncaknya diadakan di tepian narosa Taluk Kuantan.
pacu jalur ini disambut dengan meriah,,,

Rabu, 2009 Juli 01

kuansing kota jalur


Pacu Jalur adalah sejenis lomba dayung tradisional khas daerah Kuantan Singingi (Kuansing) yang hingga sekarang masih ada dan berkembang di Propinsi Riau. Lomba dayung ini menggunakan perahu yang terbuat dari kayu gelondongan yang oleh masyarakat sekitar juga sering disebut jalur. Upacara adat khas daerah Kuansing ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 23—26 Agustus. Panjang perahu/jalur yang digunakan dalam lomba ini berkisar antara 25—40 meter dengan jumlah atlet 40—60 orang tiap perahu. Biasanya, festival ini diikuti oleh ratusan perahu dan melibatkan beribu-ribu atlet dayung, serta dikunjungi oleh ratusan ribu penonton baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Konon, kegiatan lomba dayung ini merupakan warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah berlangsung sejak tahun 1900-an. Perahu atau jalur, dahulu, sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi atau pun hasil hutan. Kebiasaan menggunakan perahu inilah yang mungkin merupakan cikal bakal kegiatan Pacu Jalur. Pada zaman penjajahan Belanda, Pacu Jalur juga dimanfaatkan oleh pemerintah Belanda untuk memeringati serta memeriahkan hari ulang tahun ratu mereka yang bernama Ratu Wilhelmina. Namun, semenjak Indonesia merdeka, Pacu Jalur berangsur-angsur dijadikan upacara khas untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada awalnya, kegiatan Pacu Jalur hanya diikuti oleh segelintir masyarakat di sekitar daerah Kuantan Singingi. Namun, dalam perkembangannya, kegiatan ini banyak mendapat perhatian dan simpati dari berbagai kawasan, terutama daerah-daerah kawasan Riau dan sekitarnya serta mancanegara. Oleh karena itu, saat ini festival Pacu Jalur tidak hanya milik masyarakat Kuantan Singingi saja, melainkan telah menjadi pesta rakyat milik masyarakat Riau dan kawasan sekitarnya. Festival yang bernuasa tradisional ini telah ditetapkan masuk ke dalam Kalender Pariwisata Nasional (Major Event).